BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Prakata Menuju Bela Negara
Pendahuluan yang kami paparkan disini
merupakan perdahuluan kodarati manusia menuju eksistensialis, dari Menegara dan
Menegarakan. Menegara dan Menegarakan adalah aksi bersama. Mengapa kami
tekankan juga disini kebersamaan jika kita tinjau untuk membela negara, maka
kita butuh kekuatan yang lebih banyak. Dan kita butuh kesadaran dari realitas
bersama, jika mengutip sedikit perkataan filsuf modrn. Revolusi tidak akan
terjadi ketika tidak ada rasa kebersamaan untuk menciptakan revolusi.
Inipun yang terjadi setelah faurbech:
mengganti slogan komunis, dengan “para
buruh tani bersatulah”[1].
Jika di tinjau maka kita dapat melihat bahwa hanya kekuatan revolusi komunis
yang diandalkan, ini tidak akan mencapai revolusi praktis. Maka kekuatan
revolusi ada ditangan kaum-kaum buruh. Dan kaum feodal.
Dalam konsep manegara kita menjadi
kesatuan, kita menjadi kita. Seorang raja prancis pernah berkata “ Akulah Negara itu”[2]
tetapi ini pandangan yang salah, akan tetapi, dengan perbuatan yang sedikit
setiap warga negara dari setiap negara dapat berkata “Kita adalah negara itu.”. Jika
kita adalah negara, dan negara adalah kita, maka kita berhak untuk membela
negara, atau membela kita dari setiap yang ingin menguasai kita.
2.2 Pengertian Bela Negara
Secara etimologi bela negara jika kita
pretele satu persatu bela yang artinya: menjaga, memelihara. Dan negara
artinya: kelompok sosial yang menduduki wilayah atau daerah tertentu yang di
organisasi dibawah lembaga politik dan pemerintah yang efektif, mempuyai
kesatuan politik, berdaulat sehingga berhak menentukan tujuan nasionalnya.[3]
Secara
epistemologi Bela Negara
adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada
Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang
Dasar 1945 dalam menjalin kelangsungan
hidup bangsa dan negara.[4]
Jadi bela negara adalah
sebuah konsep
yang disusun oleh perangkat perundangan dan petinggi suatu negara untuk
memelihara dan menjaga bangsa, serta
menumbuhkan rasa patriotisme seseorang, suatu kelompok atau seluruh komponen
dari suatu negara dalam kepentingan mempertahankan eksistensi negara tersebut.
Konsep bela negara
dapat diartikan secara fisik dan non-fisik,
secara fisik dengan mengangkat senjata menghadapi serangan atau agresi
musuh, secara non-fisik
dapat didefinisikan sebagai segala upaya untuk mempertahankan Negara dengan
cara meningkatkan rasa nasionalisme, yakni kesadaran berbangsa dan
bernegara, menanamkan kecintaan terhadap tanah air, serta berperan aktif dalam
memajukan bangsa dan negara.
2.3
Motivasi Bela negara
Ada beberapa bagaimana kita menamkan pribadi yang
berjiwa nasionalis[5], salah
beberapanya yaitu: a. Pengalaman sejarah
perjuangan RI, b. Kedudukan wilayah yang strategis, c.Keadaan penduduk
(Demografis) yang besar, d. Kekayaan sumberdaya Alam, e. Perkembangan dan
Kemajuan Iptek, dan f. Kemungkinan timbulnya perang.[6]
Disinah mengapa begitu penting kita menciptakan rasa ingin bela negara.
Secara geografis
Indonesia memiliki arti yang strategis, luas wilayah Indonesia mencapai
1.900.000 km2. Atau sekitar lima puluh jutah kali luas belanda, lima
kali luas jepang, hampir empat kali luas prancis, dan dua kali luas Pakistan
dan lebih dari separuh luas India. Dari timur kebarat Kepulauan Indonesia
terbentang sejauh 5000 km, dari utara keselatan sekitar 2000 km. Sebuah wilayah
cukup luas.[7].
bukan
luas wilayah yang menjadi kebanggaan, akan tetapi juga sumber daya alam (SDA).
Inilah yang membuat indonesia menjadi bahan lirikan, atau pertimbanagan bagi
orang-orang asing yang ingin mengeploitasi (SDA), lebih-lebih oleh bangsa
Eropa.
Kedatangan Orang-orang Eropa yang pertama di asia
Tenggara pada awal abad ke XVI kadang-kadang sebagai titik penentu yang paling
penting dalam sejarah kawasan ini. Eropa bukanlah kawasan yang paling maju di
dunia pada permulaan abad ke XV, juga bukan merupakan kawasan yang paling
dinamis[8]. Akan
tetapi orang-orang eropa, terutama orang potugis, mencapai kemajuan-kemajuan di
bidang teknologi tertentu yang kemudian melibatkan bangsa portugis dalam salah
satu petualangan mengarungi samudra yang paling berani di sepanjang zaman.
Berkat keahlian bangsa portugis mengakibatkan ekspansi[9]
pelayaran panjang menyusuri pantai barat afrika yang tujuannya untuk menemukan
emas, begitu pula menyusuri Asia untuk mendapatkan rempah-rempah. Diantara
rempah-rempah yang didapati oleh bangsa portugis, yaitu rempah-rempah yang di
impor bisa di dapat di indonesia, cengkeh dari Indonesia timur adalah yang
paling berharga. Indonesia juga menghasilkan lada, buah pala, dan bunga pala.
Oleh karena itulah kawasan indonesia yang menjadi turut utama bangsa portugis.
setelah
itu pada tahun 1577 Sir francis Drake telah menagdakan kontak pertama Inggris
dengan indonesia dalam pelayarannya mengelilingi Indonesia ke arah barat. Dia
singgah di ternate dan pulang kenegaranya dengan membawa muatank cengkeh,
orang-orang ingris seperti halnya orang-orang belanda, berada dalam tekanan
untuk terlibat secara langsung dalam perdagangan rempah-rempah. Ini
mengakibatkan adanya pesaing hebat antara inggris dan belanda yang mewarisi
aspirasi-aspirasi dan strategi Portugis. Orang-orang belanda membawa
organisasi, persenjataan, kapal-kapal, dan dukungan ke uangan yang lebih baik
serta kombinasi antara keberanian dan kekejaman yang sama. Orang belanda
melakukan sesuatu yang tidak dilakuakan oleh orang portugis yaitu mendirikan
tempat berpijak yang tetap di jawa, dan akhirnya menyebabkan Belanda menjadi
suatu kekuatan penjajahan yag berpangkal darat di jawa.
Belanda masuk sejak tahun 1596 Cornelis De
Houtman di Banten dan puncaknya pada masa kekuasaan VOC kongsi[10]
dagang pemerintahan Belanda sejak Tahun 1602 di bawah komando Gubernur Jendral
Hindia Belanda. J.P Coen (memimpin 1619-1622 dan 1927-1629)[11].
Dari terjadinya praktek monopoli “alamiah” dalam perdagangan rempah-rempah ,
hingga penggunaan kekuatan politik, yakni masa culture stelsel (culture sistem,
tanam paksa) dan seterusnya. Cultur stelsel dilakukan karena politiknya VOC.
Sebelumnya Hindia Belanda sempat di bawah jajahan Inggris selama lima Tahun
(1811-1816) di bawah sir Thomas Stanford Reffles.
Tanam
paksa ± selama 40 Tahun (1830-1870) di bawah gubernur jendral Van De Bosch.
Cara ekploitasi model Culture stelsel ini sendiri dapat diturunkan dari
kebutuhan pemerintahan belanda untuk menutup kas Negara untuk membiayai
peperangan yang terjadi di Eropa. Sistem tanam paksa atau sistem culture, bahwa
rakyat membayar pajak dengan barang, bukan uang. Dengan sistem ini dia akan
punyak banyak hasil bumi untuk dikirim kebelanda.[12]
Banyak keterlibatan negara secara aktif dalam memobilisasi kekuatan revolusi
Februari 1848 di Prancis mengintrodusir pergeseran gagasan ekonomi politik di
belanda termasuk Hindia Belanda didalamnya. Liberalisme Ekonomi adalah anak
kandung revolusi ini. Yang melalui desakan dari golongan Liberal (F. Van De
Putte, De Waal, Thorbecke, dll) serta golongan humanis melalui E. Douwess
Dekker (1812-1979) di Belanda.
Itulah potret sejarah indonesia pra
kemerdekaan, dan bagaimana SDA indonesia yang sangat melimpah ingin di kuasai
oleh bangsa Eropa, dari sedikit ulasan diatas kita dapat menyimpulkan, kalau
berbicara Indonesia berarti eksistensi Indonesia tidak lepas dari konstelasi
global internasional. Bahkan bisa dikatakan sejarah indonesia merupakan
perpanjang tangan dari pertarungan kepentingan sosial, politik, ekonomi dan
wacana yang sedang bermain di dunia internasional.
Dari semua pulasan sejarah yang
sudah terpapar secara ringkas di atas, dan kesimpulan yang dapat kita pahami,
bahwa semuanya terjadi karena kepentingan, sosial, politik, dan ekonomi. Maka
sampai saat ini semua itu tidak lepas, dan telah musnah, jika kita membaca
dalam makalah Masyarakat dalam Perspektif sosialisme dan sejarah:
Sistem (norma,
adat, dan budaya,dll) adalah campur tangan sejarah dan realitas dan tidak
menuntut kemungkinan siklus akan tetap berjalan.[13]
Maka bagaimana peranan yang harus dilakukan kita,
semuanya nanti akan di bahas dalam pembahasan berikutnya, dasar hukum bela
negara. Yang akan menagacu pada sistem yang telah mengatur kita pada kewajiban-kewajiban
membela negara.
Jika kita sudah memahami bahwa
perkembangan zaman telah tampak, tetapi eksistensi negara, dan manusia akan
tetap ada sejauh mana kehendak untuk berkuasa masih terus berkobar, meskipun
Nietzcshe telah mati, akan tetapi, paham kehendak untuk berkuasa kini di pahami
sebagai eksistensi dari suatu negara, ingin menguasai negara lain.
Jadi jika semua ini masih berkembang apakah kita hanya
tinggal diam saja, ketika penjajahan semakin meraja, imperealisme masih membumi,
dan hegemoni mulai memasuki wilayah kita. Jika kita sudah bahas diatas bahwa
negara adalah kita dan kita adalah negara, maka kita harus membela kita, dan
kita adalah diri, maka kita harus membela diri. Mengingat kita memiliki banyak
potensi sumber daya alam (SDA) maka tidak besar kemungkinan bahwa pihak asing
ingin menguasai negara kita, baik secara fisik dan non fisik.
2.4 Dasar Hukum Bela Negara
Sebelum pada perintah maka kami
memaparkan sedikit pulasan tentang hak, karena adanya hak, maka hak itu harus
di bela, salah satunya adalah:
·
Pasal 29 ayat (2)
-menyebutkan hak kemerdekaan untuk
memeluk Agama masing-masing dan beribadat menurut agamanya.
Dan yang mengatur
tentang kewajiban Bela Negara adalah:
·
Pasal 30 Ayat (1)
-menyebutkan hak dan kewajiban
warga negara untuk ikut serta dalam usaha pertahanan dan ke amanan negara.
·
Pasal 27 Ayat (3)
-Bahwa usaha bela negara merupakan
Hak & Kewajiban setiap warga negara.
Ada dua arti asas Demokrasi
pembelaan negara yaitu:
-Setiap warga negara turut serta
dalam menentukan kebijaksanaan tentang pembelaan negara.
-Setiap warga negara harus turut
serta dalam setiap usaha pembelaan negara.
2.5 Pentingnya Masyarakat memiliki jiwa bela negara
Jika di awal pembahasan sebelumnya kita sudah bahas
tentang letak dan potensi indonesia, yaitu secara
geografis Indonesia memiliki arti yang strategis, luas wilayah Indonesia
mencapai 1.900.000 km2. Atau sekitar lima puluh jutah kali luas
belanda, lima kali luas jepang, hampir empat kali luas prancis, dan dua kali
luas Pakistan dan lebih dari separuh luas India. Dari timur kebarat Kepulauan
Indonesia terbentang sejauh 5000 km, dari utara keselatan sekitar 2000 km.
Sebuah wilayah cukup luas.[14].
gambaran diatas mencerminkan begitu luasnya wilah indonesia, maka perlu sebuah
pengawasan yang ketat, ini disebabkan wilayah indonesia yang sangat banyak
memiliki sumber daya alam (SDA) sehingga, banyak pihak asing yang ingin
melakukukan ekploitasi di negara indonesia.
Dimana pengawasan tersebut tidak hanya
dilakukan oleh pihak TNI/Polri saja, jika kita serahkah keseluruhan terhadap
pihak TNI/polris saja, ini semua akan
mencapai suata kekuatan yang nehil, tetapi semua lapisan masyarakat Indonesia
harus terlibat untuk membela negara, bukan hanya menunggu jika terancam baru
kita melakukan gerakan, akan tetapi, bela negara disini juga bagaimana kita
melakukan cara menunjukkan eksistensi negara indonesia, sebagai bela martabat
indonesia. Karena sekarang sudah menuju dunia ke 3, bukan berbicara lagi perang
sebagai konflik, tetapi kita kembali pada zaman kuno, yaitu perang IPTEK,
politik, dan sosial.[15]
Perang adalah bentuk persaingan untuk menunjukkan eksistensi.
Dan secara fisik bila hanya mengandalkan
TNI/Polri saja yang persenjataannya kurang lengkap mungkin bangsa Indonesia
sudah tercabik-cabik oleh bangsa lain/dengan adanya bela negara kita dapat
mempererat rasa persatuan di antara penduduk Indonesia yang saling berbhineka
tunggal ika. Sikap bela negara terhadap bangsa Indonesia merupakan kekuatan
Negara Indonesia bagi proses pembangunan nasional menuju tujuan nasional dan
merupakan kondisi yang harus diwujudkan agar proses pencapaian tujuan nasional
tersebut dapat berjalan dengan sukses. Oleh karena itu, diperlukan suatu
konsepsi ketahanan nasional yang sesuai dengan karakterristik bangsa Indonesia.
Dengan adanya kesadaran akan bela negara, kita harus dapat memiliki sikap
dan prilaku yang sesuai perjuangan, cinta tanah air serta rela berkorban bagi
nusa dan bangsa.
Dalam kaitannya dengan pemuda penerus
bangsa hendaknya ditanamkan sikap cinta tanah air sejak dini sehingga kecintaan
mereka terhadap bangsa dan Negara lebih meyakini dan lebih dalam. Dalam sikap
bela negara kita hendaknya mampu menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi
yang sedang berlangsung di negara kita, tidak mungkin kita tunjukan sikap bela
negara yang bersifat keras seandainya situasi keamanan nasional terkendali.
Menjaga diri, keluarga
dan lingkungan sekitar sudah merupakan salah satu sikap bela negara dalam
sekala kecil. Mentaati peraturan pemerintah dan lain sebagainya. Bahkan
menyanyikan lagu bela negara yang diciptakan oleh Dharma Oratmangun atau
mengenang hari bela negara yang jatuh pada tanggal 19 Desember yang ditetapkan
oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 28 tahun 2006 adalah salah
satu bentuk bela negara sekala kecil. Sehingga ketika kita sebagai warga negara
sudah terbiasa melakukan hak dan kewajiban sebagai warga negara dengan baik dan
benar maka seandainya ada konprontasi atau intervensi terhadap negara, kita
akan peka menyikapinya bahkan dengan mengangkat senjatapun kita akan berani
karena jiwa bela negara dalam diri kita sudah terlatih dan terbiasa.
[1] Obor,
memahami paham negara sesaat
[2] Karya
lengkap driyakarya, Masyarakat-Manegara hal. 670
[3] Kbbi,
Bela, dan Negara
[5]
Pencinta, nusa dan bangsa sendiri. Atau orang yang memperjuangkan kepentingan
bangsanya, patriot. (KBBI)
[6] Dikutip,
dalam Power point, Pak Edy Cahyono. 10/14/2012
[7] Denys
Lombard, Nusa Jawa Silang Budaya
[8] Kekuatan
Besar yang sedang berkembang
didunia saat itu adalah Islam,
pada tahun 1453, orang-orang turki Utsmani menaklulukkan Konstantinopel, dan di
ujung timur dunia saat itu adalah Islam.
agama ini berkembang di Indonesia dan
Flipina. Dan akhirnya runtuh pada masa kejayaan dinasty Ambasiyah dan Dinasty
Umayah. (dikutip dari Sumbangan islam terhadap Sains dan Predaban dunia).
[9]
Perluasan suatu wilayah negara dengan menduduki (sebagian atau seluruh) wilayah
negara lain.
[10]
persekutuan
[11] Lih.
Jurnal, membaca sejarah pergerakan
[12] J.S.
Furnival, Hindia Belanda Studi tentang ekonomi Majmuk
[13] Sahril,
abdurrahman, lutfi anas zulkarnain, farid azhari. Makalah sosiologi antropologi
[14] ibid
[15] Non
fisik (peny.)

No comments:
Post a Comment