TUGAS MAKALAH "FILSAFAT ILMU"
BAB II
Pembahasan
2.1
Pengetahuan Sains
Pengetahuan sains adalah pengetahuan yang
menggunakan akal rasional dan diikuti oleh emperis. Atau disebut juga ilmu yang
ilmiah. Yang pernah dialami entah itu pengalaman pribadi ataupun pengalaman
orang lain.
Tiapa-tiap pengetahuan pengetahuan memiliki
3 kompeonen yang merupakan penyangga dari ilmu pengetahuan tersebut.
Diantaranya yaitu ontologi, yang akan mejelaskan pertanyaan apa. Epistemologi
akan menjelaskan pertanyaan bagaiman[1].
Dan aksiologi akan menjelaskan pertanyaan untuk apa. Contoh; apa, HP. Bagaima,
HP memiliki kesing layar dan spiker dll. Untuk apa, HP digunakan untuk alat
komonikasi mesikupun kini juga hape telah digunakan berbagai macam kebutuhan,
a.
ontologi Sains
v Hakikat sains
ontologi dari sains, berarti apakah itu
sains. Sains disini untuk menjelaskan sudah sempat saya singgung diatas bahawa
sains itu adalah ilmu rasional emperis secara hakikat.
Secara hakekat saya akan memberikan sebuah
contoh sains. Ketika dulu saya telah belajar di SMA saya melihat sebuah gambar
dari buku mata pelajaran biologi. Ada 2 tumbuhan yang jenisnya sama tetapi yang
satunya subur dan yang satunya tidak subur, kemuadian saya berfikir mengapa demikian.?
Saya punyak anggapan bahwa pohon yang satu
diberikan perlakuan yang berbeda. Pohon A diberikan perlakuan dengan
ditempatkan disinar matahari dan diberi air, sedangkan pohon B didak diberi air
dan ditempatkan diruang yang gelapa.dengan demikian saya tarik kesimpulan bahwa
pohon B tidak tumbuh subur karena tidak mendapatkan air dan sinar matahri.
Ini rasional, karena tumbuhan memerlukan
air dan sinar matahari untuk melakukan fotosisntesis. Oleh sebab pohon A tumbuh
dengan subur karena dia melakukan fotosintesis untuk membuat makanan sendiri.
Sedangkan pohon B tidak subur karena tidak melakukaan fotosintesis. Tetapi
hipotesa saya ini belum diuji kebenarannya karena hanya merupakan dugaan.
Untuk melakukan suatu emperis maka saya
menguji hipotesa. Dengan metode ilmiah. Saya mengambil 2 tanaman yang sama yang
tetapi diberikan perlakuan yang berbeda. Pot A diberi air dan disimpan
diruangan bebas dan pot B tidak diberi air dan disimpan didalam lemari. Maka
hasilnya adalah pot A tumbuh subur dan pot B tidak tumbuh. Dan saya ulang
sampai berkali-kali hasilnya tetap sama. Maka hipotesa saya menghasilkan teori.
Bahwa “tumbuhan membutuhkan air dan sinar matahari untuk melakukan
fotosintetis.” Dan teori ini bisa disebut teori ilmiah.
·
Sturuktur
Sains
dalam garis besar sains dapat dibagi
menjadi dua yaitu sains alam, dan sains sosial.
·
Sains
kealaman
Ø Astronomi
Ø Fisika: mekanika, bunyi, cahaya, dan
optik, fisika nuklir;
Ø Kimia: kimia organik, kimia teknik;
Ø Ilmu bumi: paleotologi, ekologi,
geofisika, geokimia, minerologi,geografi;
Ø Ilmu hayat:biofisika, botani, zoologi;
·
Sains
Sosial
Ø Sosiologi: sosiologi komonikasi,
sosiologi politik, sosiologi pendidikan;
Ø Antropologi: antropologi budaya,
antropologi ekonomi, antropologi politik;
Ø Psikologi: psikologi pendidikan, psikologi
anak, psikologi abnormal;
Ø Ekonomi: ekonomomi makro, ekonomi
lingkungan, ekonomi pedesaan;
Ø Politik: politik dalam negeri, politik
hukum, politik internasional;
Agar sekaligus tampak lengkap,
berikut ditambahkan Humaniora.
·
Humaniora[2]
Ø Seni: seni abstrak, seni grafik, seni
pahat, seni tari;
Ø Hukum: hukum pidana, hukum tata usaha
negara, hukum adat (mungkin dapat dimasukkan kesains sosial);
Ø Filsafat: logika, ethika, estetika;
Ø Bahasa, sastra
Ø Agama
Ø Sejarah (mungkin dimasukkan kesains
sosial)
b. epistemologi Sains
pada bagaian
epistemologi sains disini berbicara tentang titik tolak ukur sains apakah cara memperoleh ilmu sains
tersebut benar atau tidaknya dengan melakukan metode
ilmia dengan metode rasional dan emperis. Dapat ditinjau dari:
·
Objek
Pengetahuan Sains
Objek pengetahuan sains ialah semua objek yang emperis. Jujun S.
Suriasumatri (Filsafat Ilmu: Sebuah
Pengantar Populer,1994:105) menyatakan bahwa objek kajian sains hanyalah
objek yang berada dalam ruang lingkup pengalaman manusia.[3]
Objek kajian sains haruslah emperis dan rasional.
·
Cara
memproleh pengetahuan Sains
Pengetahuan manusia sejak dahulu sudah mulai berkembang
sejarahnya bukan hanya diyunani saja akan tetapi sejarah. Dan para pakar ilmuan
setuju akan hal itu karena sebelum pemikiran Thales secara praktis. Tetapi ilmu
yang pertama kali yaitu ilmu filsafat.
Karena ketidak puasan dan sains(ilmu) ingin hidup mandiri maka
mucullah ilmu pengetahuan sekitar paska pra modrn. Perkembangan sains didorong
oleh paham humanisme.[4]
Dan tetap ilmu sains mapu diuji kebenarannya tidak terlepas dari
rasional-emperis.
·
Ukuran
Kebenaran Pengetahuan Sains
Ilmu banyak berdasarkan teori-teori. Jika kita membaca
ilmu(sains) maka yang kita baca adalah teori. Contoh ketika kita membaca ilmu
geografi, maka yang tertulis didalamnya adalah teori-teori ilmu geografi. Maka
dari itu jika kita akan mengukur kebenaran pengetahaun ilmu (sains) maka
seharusnya kita mengatakan Ukuran Kebenaran teori-teori Sains.
Hipotetis (dalam Sains) pernyataan yang sudah benar secara
logika, tetapi belum ada bukti emperis bukanlah merupakan bukti bahwa hipotesa
itu salah, Hipotesa benar bila logis.[5]
c. Aksiologi Sains
jika berbicara tentang
keguanaan Sains maka yang harus ditekakan adalah kegunaan teori atau pengetahuan ilmiah. Secara umum teori artinya pendapat yang beraralasan.[6]
Maka yang perlu dipertanyakan disini adalah untuk apa teori tersebut. apa kegunaannya. Kegunaan ialah:
·
Teori
Sebagai Alat Ekspalnsi
sain
sampai saat ini merupakan sebuah eksplanas kenyataan. Menurut T. Jacob (Manusia,
Ilmu dan Teknologi, 1993: 7-8) sains merupakan suatu sistem eksplanasi yang paling dapat diandalkan dibandingkan
dengan sistem lainya dalam memahami masa
lampau, sekarang, serta mengubag masa depan.
·
Teori
sebagai Alat Peramal
Ketika membuat sebuah esprimen maka tak kala terlebih dahulu
kita akan menganalisis faktor yang mempengaruhi terjadinya. Atau faktor-faktor
yang menyebabkan suatu kejadian tersebut. contoh; tentang iklim para pakar
ilmuan sebelum terjadinya hujan maka mereka terlebih dahulu mengetahui. Karena
belajar pada faktor-faktor dan keadaan sebelum terjadinya hujan.
·
Teori
sebagai alat pengontrol
Eksprimrin selain
sebagai ilmu untuk meramal. Maka juga termasuk ilmu kontrol.
2.2 Pengetahuan
Filsafat
a. Ontologi Filsafat
Filsafat jika ditinjau dari segi bahasa
adalah philoshophy dari 2 bahasa jamak yaitu “philo” yang artinya bijak
seadangkan “sophy” yang artinya cinta. Berarti filsafat adalah mencintai suatu
kebijaksanaan.(mencintai ilmu pengetahuan).
Secara umum filsafat adalah pengetahuan
tentang kebijaksanaan, prinsip-prinsip mencari kebenaran, atau berfikir
rasional-logis, mendalam dan bebas (tidak trikat dengan tradisi, dogma agama)
untuk memproleh kebenaran.[7]
b.
Epistemologi Filsafat
epistemologi filsafat adalah mencari suatu kebenaran.tampa harus
menggunakan akal rasional tampa emperis.
Epistemologi adalah cabang filsafat yang
membicarakan hakikat ilmu dan ilmu sebagai proses yang merupakan pemikiran yang
sistematis dan metodis demi meraih kebenaran yang terdapat dalam suatu ilmu.[8]
Epistemologi filsafat adalah sebuah sebuah pandangan dalam
mencari kebenaran tentang ilmu pengetahuan tampa terikat metode ilmia asalkan
masuk akal. Sehingga terkadang mengenai satu objek memiliki beberapa pandangan
tentang pemikiran tersebut. sama halnya. Ada sebuah pertanyaan bagaiman Kopi.
Kopi itu hitam kata orang A. Sedangkan kata Orang satunya Coklat. Itu adalah
sebuah kebenaran subjektif. Itulah mengapa setiap teori itu berbeda karena
mereka memiliki pandangan masing-masing mengenai satu objek tersebut.
c. Aksiologi Filsafat
Tidak semua orang perlu mengetahui filsafat. Tetapi orang yang
perlu berpartipasi dalam membangun dunia perlu mengetahui filsafat.[9]
Kegunaan filsafat adalah filsafat sebagai ilmu kritik dengan sendrinya kita
peka terhadap analisis karena logika sering dimainkan.
3.2 Pengetahuan Mistik
Pengetahuan mistik adalah pengetahuan supra-rasional
tentang objek yang supra-rasional. (Prof. Dr. Ahmad Tafsir. Filsafat Ilmu. Rosda: 2010. Hal. 111).
Maka dapat disimpulkan disini supra-rasional sendiri adalah logis. Menurut
imanuel kant logis adalah. Rasional dan supra-rasional. Supra-rasiobal atau
logis adalah sesuatu yang bisa ditangkap oleh akal akan tetapi tidak diatur
oleh hukum alam (bebas asalkan masuk akal).
a. Ontologi mistik.
Ilmu misti merupakan
ilmu yang tidak rasional ( Masuk akal akan tetapi diatur oleh hukum alam. Atau
sebab akibat dalam ilmu mistik tidak dapat dipahami oleh rasio.
Dilihat dari beberapa
sifatnya mistika dapat dibagi menjadi beberapa yaitu[10]:
·
Mistik
biasa, adalah mistik tampa kekuatan tertentu.
·
Mistik
magis: mistik magis adalah mistik yang memiliki kekuatan tertentu dan memiliki
tujuan tertentu. Ilmu mistik magispun dibagi menjadi 2. Yaitu ilmu
Mistik-Magis-putih, dan Ilmu Mistik-Magis-Hitam. Ilmu Mistik-Magis-putih adalah
ilmu mistik mistik yang turunya dari Tuhan. Adari keyakinan agama yang
mengatakan ilmu Mistik-megais-putih ilmu yang turun dari agama langit.
Maksudnya disini yang diproleh dari sang pencipta yang secara murni tampa ada
meminta bantuan dari jin.
Sedangkan Ilmu Mistik-Magis-hitama adalah ilmu yang didapatkan
dari luar agama. Atau meminta bantuan dari jin. Dengan memberikan sesajen.
Tetapi terkadang kita tidak dapat membedakkan kedua ilmu tersebut, karena dalam
penggunaannya dapat kita ketahui. Jika ilmu mistik-magis-putih cara
pengucapannya dengan dzikir. Dll, sedangkan ilmu-mistik-putih yaitu dengan cara
membaca mantra, jampi-jampi. Yang kedua ini sama perakteknya.
Tetapi jelas kita lihat perbedaannya disini dari segi kepada
siapa dia meminta, apa bacaan yang dia ucapkkan.
b.
Epistemologi Mistik
jika
ada orang ingin tahu, mengapa buah asem rasanya asem, maka dia mengambil buah
asam, dan kemudian ia cicipi, maka yang dia rasakan manis. Ini ilmu pengetahuan
(sains) yang rasional dan emperis. Dan kemudian ada petanyaan kenapa bisa asam
maka dia berfikir bahwa ada hukum alam. Ini adlah ilmu filsafat, dan kemudian
ada yang bertanya siapa yang mengatur hukum alam. Jawabannya tuhan itu
filsafat. Kemudian siapa itu tuhan. Maka yang mampu menjawab ini adalah ilmu
mistik. Maka dapat dismpulkan ilmu mistik itu adalah ilmu yang menggunakan
perasaaan.
Objek kajian mistik adalah hal-hal yang
gaib seperti tuhan, surga, malaikat, jin dll. Adapun ilmu mistik yang hanya
dapat kita ketahui. Bahwa ilmu mistik hanya kita ketahui, contohnya, pelet
santet. Itupun bisa kita lihat hasilnya orang yang kena santet maka akan terasa
sakit.
c.
Aksiologi Mistik
jelas disini kita dapat ketahui
pengetahuan mistik banyak digunakan orang untuk menyembuhkan. Untuk menunjukkan
kuasa tuhan. Inilah ilmu mistik-magis-putih. Sedangkan ilmu Mistik-magis-hitam.
Kadang digunakan untuk melukai orang. Contohnya santet. Maka dapat disimpulkan
bahwa jika ilmu mistik didapatkan dari hal-hal buruk maka kegunaannya buruk juga.
Begitu juga sebaliknya.
[1] Drs. M. Zainuddin, MA. Filsafat
ilmu: Perspektif Pemikiran Islam. Lintas Pustaka: 2006. Hal. 24
[2] Sesuatu yang bermakna intrinsik nilai-nilai humanisme (-menghidupkan
rasa berprikemanusiaan mencita-citakanpergaulan hidup yang lebih baik,- preradaban manusia )
[3] Pengalaman indera. Prof.Dr. Ahmad
Tafsir. Filsafat ilmu. Rosda:
2010. Hal. 27
[4] Humanisme adalah paham filsafat yang mengajarkan bahwa manusia mampu
mengatur dirinya dan alam. Prof. Dr.
Ahmaad Tafsir. Filsafatilmu. Rosda: 2010. Hal. 28
[5] Prof Dr. Ahmad Tafsir. Filsafatilmu.
Rosda: 2010. Hal. 36
[6] Prof Dr. Ahmad Tafsir. Filsafatilmu.
Rosda: 2010. Hal. 37
[7] Drs. M . Zainuddin, MA .Filsafat
Ilmu perspektif pemikiran islam. Lintas Pustaka: 2006. Hal.20
[8] Fauz Noor. Tapak Sabda. Lkis:
2009. Hal.163
[9] Prof. Drs. Ahmad Tafsir. Filsafta ilmu. Rosda: 2010. Hal. 89
[10] Prof. Drs. Ahmad Tafsir. Filsafta ilmu. Rosda: 2010. Hal. 114

No comments:
Post a Comment